Bintangtimur.new – Kupang – Keberhasilan para pesohor di dunia sepakbola tidak terlepas dari pembinaan sepakbola di usia mudanya. Sebut saja Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Menjadi Mega Bintang sepakbola saat ini tidak terlepas dari pembinaan usia mudanya yang berkualitas.

Untuk itu, dalam mendukung pembinaan prestasi sepakbola NTT di masa depan, pembinaan sepakbola usia muda menjadi kunci utama dalam merah kesuksesan itu.

Intisari pendapat ini disampaikan Head Coach Bali United Akademi Kupang yang juga Wakil Korwil U-12 NTT Michel “Pep” Lamabelawa, wartawan olahraga Pos Kupang Sipri Seko, Wartawan Olahraga Timor Ekspress Rudi Mandaling, pegiat sepakbola NTT Piter Fomeni, Vinsen Mone, Noldy Pelu, dan Charlos Edy Darma, dalam diskusi terbatas tentang sepakbola usia muda NTT, di sela-sela Final seri Provinsi Piala Menpora U-12, di Lapangan Bali United Akademi Kupang, Minggu (29/7).

Michel ‘Pep’ Lamabelawa mengungkapkan, sepakbola NTT tidak akan berbicara banyak di pentas nasional apabila pembinaan dan kompetisi usia muda tidak dilakukan dengan benar.

“Keberhasilan beberapa tim usia muda nasional karena pembinaan dan kompetisi berjenjang di wilayahnya masing-masing dilakukan dengan baik dan benar. Kalau di NTT kita lakukan seperti itu, saya yakin prestasi tim usia muda NTT di level nasional semakin baik,” ungkap Choach Pep.

Sipri Seko dan Rudy Mandaling menegaskan, perhelatan Liga Pelajar Berjenjang Piala Menpora U-12, U-14, U-16, dan Liga Mahasiswa menjadi salah satu even rutin usia muda di NTT. Untuk itu, setiap tim usia muda di NTT terus melakukan pembinaan agar saat event ini berlangsung bisa meriah prestasi terbaiknya.

“Kita tentu berharap agar kompetisi atau turnamen usia muda   terus bermunculan di NTT agar para pemain usia muda yang selama ini latihan di klub-klub bisa mendapatkan kesempatan bermain, sehingga mereka memiliki pengalaman bertanding yang mumpuni. Kalau kekurangan jam terbang, kita belum bisa bersaing di level nasional,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Piter Fomeni, Vinsen Mone, Noldy Pelu dan Charlos Edy Darma. Bagi mereka, sehebat apapun pembinaan dilakukan di setiap klub sepakbola, tidak ada kompetisi atau turnamen khusus usia muda, maka tidak akan ada prestasi bagi tim usia muda.

Untuk itu, melalui PSSI atau lembaga dan sponsor ;ain diharapkan untuk terus menggelar event usia muda di NTT, agar tim usia muda selalu memiliki kesempatan untuk bertanding.

“Kalalu kita hanya mengandalkan latihan saja tanpa adanya kompetisi atau turnamen, kita belum bisa meriah prestasi terbaik di pentas nasional,” ungkap Charlos.

“Saat ini kita juga sudah memiliki dua event yang kemungkinan terus digulir di NTT yakni Piala Danone dan Piala Menpora. Kita tentu menunggu event lainnya untuk usia muda khusus U-12 seperti ini. Kalau semakn banyak event, para pemain usia muda kita semakn termotivasi untuk latihan dan bertanding,” ungkap Piter.

“Tidak ada yang mustahil kalau ada pembinaan berjenjang dan kompetisi yang rutin. Kualitas usia muda NTT tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia, ini hanya soal kesempatan dan pengalaman bertanding saja,” ujar Noldy Pelu.”

“Saya yakin dan percaya dengan pembinaan yang baik, pemilihan pemain yang tepat, dan kompetisi yang rutin, tim NTT tidak lama lagi berada di tangga teratas sepakbola nasional. Buktinya, saat ini ada Yabes dan Alsan Sanda yang bersinar di nasional. Mereka itu awalnya juuga berasal dari pembinaan usia muda di SSB,” ujar Vinsen Mone. (AM7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here