Bintangtimur.news – Kupang – Dua pemain Akademi Sepakbola Bintang Timur Atambua (BTA) dipastikan memperkuat tim Asosiasi Sekolah Sepakbola Indonesia (ASSBI) Indonesia, yang akan mengikuti kejuaraan Kejora International Challenge 2018 football U-15 di Johor, Malaysia, 24 November – 1 Desember 2018.

Dua pemain tersebut adalah Arnoldus Yansen Olievera dan Alberto Pinkianus do Rosario. Keduanya akan bergabung dengan pemain ASSBI lainnya dam berangkat ke Malaysia tanggal 20 November 2018.

Direktur SSB Bintang Timur Atambua, Jhon Leki, kepada bintangtimur.news mengungkapkan, terpilihnya dua pemain Akademi Bintang Timur Atambua ini karena kualitas dan sistem latihan yang diterapkan tim pelatih di Akademi ini.

“Saya rasa keduanya pantas bergabung bersama tim ASSBI. Pemain tersebut dipantau Manajemen ASSBI saat perhelatan Piala Menpora U-12 dan U-14 kemarin. Kami bersyukur produk dari manajemen kami selalu dipanggil Timnas Pelajar Indonesia dan tim Indonesia yang akan bermain di luar negeri,” ungkap Leki.

Dia optimis, kedua pemain ini akan cepat beradaptasi dengan teman-teman lainnya di ASSBI, karena pelatihnya Choach Bert Pentury sudah mengjarkan dasar-dasar sepakbola kepada seluruh pemain Akademi Sepakbola BTA.

“Saya yakin mereka bakal cepat berkembang di event nanti. Bahkan, setelah kembali ke Atambua, kemampuan mereka berdua bakal lebih maju lagi. Ini juga menjadi motivasi bagi teman-temannya atau yuniornya di SSB Bintang Timur Atambua agar berlatih lebih giat lagi. Karena kesempatan selalu dibuka oleh pendiri SSB Bintang Timur Pak Fary Francis,” tegasnya.

Arnoldus Yansen Olievera dan Alberto Pinkianus do Rosario mengungkapkan, keduanya tidak menduga bisa dipanggil dan bergabung dengan tim ASSBi Indonesia. Bagi Yansen dan Alberto, ini kesempatan emas dan tidak akan mereka sia-siakan.

“Terima kasih kepada Om Fary atas kesempatan ini. Kami tidak akan mengecewakan Om Fary, Choach Bert, teman-teman di Akademi dan SSB Bintang Timur Atambua, serta orangtua kamki di Bintang Timur Atambua. Kami mohon dukungan dan doanya,” ungkap Yansen dan Alberto.

Pendiri AKademi dan SSB Bintang Timur Atambua Fary Djemi Francis mengunkapkan, kesempatan seperti ini selalu terbuka bagi semua pemain Akademi dan SSB Bintang Timur Atambua. Tentu saja, kesempatan itu diraih karena disiplin latihan dan kerja keras dari pemain itu sendiri.

“Kesempatan itu akan datang bagi pemain yang berkualitas, disiplin latihan, dan tekad yang kuat dari pemain itu sendiri. Kami sebagai manajemen terus membuka kesempatan untuk bertanding di luar negeri, baik di level ASEAN, ASIA, Eropa dan Amerika Latin,” ungkap Fary yang juga Ketua Sport Intelegence PSSI Pusat ini. (AM7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here