Bintangtimur.news – Kupang – Sekolah Sepakbola Bintang Timur Atambua genap berusia 3 tahun pada 21 November 2018. Tiga tahun kemarin, tepatnya 21 November 2015, SSB Bintang Timur ini resmi berada di perbatasan Indonesia-Timor Leste, Kabupaten Belu.

Kehadiran Sekolah Sepakbola di perbatasan  Indonesia ini menjadi pintu terdepan dalam pembinaan sepakbola usia muda di wilayah perbatasan. Selama ini, prestasi sepakbola perbatasan, khususnya Kabupaten Belu, masih jauh dibawah PSN Ngada dan PS Kota Kupang.

Kehadiran sekolah sepakbola ini membawa tuah tersendiri bagi sepakbola kabupaten Belu. Buktinya, di ajang El Tari Memorial Cup 2017 di Kabupaten Ende, tim sepakbola Kabupaten Belu berada di posisi empat.

Pendiri SSB Bintang Timur Atambua Fary Djemi Francis, dalam beberapa kesempatan mengungkapkan, kehadiran SSB Bintang Timur Atambua ini bukan hanya sekedar mendidik talenta muda perbatasan menjadi pesepakbola profesional saja, namun sisi lainnya adalah ikut mendidik sumber daya manusia kabupaten Belu yang cerdas dan sehat lahir dan batin.

Fary mengungkapkan, SSB Bintang Timur Atambua sudah berusia 3 tahun. Usia yang relatif masih muda, penuh dinamika dan prestasi.

Pada usia ini, SSB BTA terus belajar dan berbenah. Pasang surut prestasi terus diperoleh sekolah sepakbola yang bermarkas di Desa Kabuna, Kecamatan kakuluk Mesak, Kabupaten Belu ini.

“Sejujurnya kami belum merasa membuat prestasi yang prestisius untuk sepakbola NTT. Namun, seiring perjalanan waktu, proses demi proses mulai nampak. Dari Sekolah Sepakbola sampai adanya Akademi Sepakbola dan Klub Senior Bintang Timur, prestasi mulai diraih. SSB sudah berhasil berada di level 8 besar nasional, Akademi sudah bisa menghasilkan pemain yang bermain di Timnas Pelajar Indonesia, dan Klub senior sudah menjuarai event bergengsi tingkat NTT di Kota Kupang. Semua ini menunjukkan bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil,” ungkap Fary, yang juga Ketua Sport Intelegence PSSI Pusat ini.

Fary yang juga Ketua Komisi V DPR RI dan Ketua Fraksi Gerindra MPR RI ini tentu memiliki jadwal yang sangat padat. Tetapi, Fary selalu meluangkan waktu untuk berada di tengah-tengah siswa SSB dan Akademi Bintang Timur Atambua.

“Sepakbola adalah kehiduoan saya. Karena itu, selalu ada waktu untuk mengurus sepakbola. Karena kita memiliki mimpi besar untuk sepakbola NTT dan Indonesia melalui Bintang Timur Atambua. Karena ini baru tahun ketiga kehadiran kami, tentu optimisme terus kami gelorakan untuk pencapaian semua tujuan,” ujar Ketua Umum Pusat Gekira ini.

Manajemen Bintang Timur Atambua menyadari banyak kerja yang masih terus dilakukan. Masih banyak program yang belum dijalankan dan dihasilkan, karena itu, dukungan dari semua komponen terus dihadarapkan, agar semua prestasi bisa diraih dengan sportivitas.

“Kami terus berbenah agar prestasi di dalam dan di luar lapangan terus kami raih. Kami yakin dan percaya proses ini tidak bisa berjalan sendiri, harus ada tangan lain yang membantu, bersama-sama, sehingga bisa menghasilkan prestasi demi prestasi,” tegas Fary.

Direktur BTA Jhon Leki mengungkapkan, pihaknya berterima kasih kepada pendiri BTA Fary Djemi Francis, yang konsisten dan komitmen dalam membangun sepakbola dari perbatasan dengan SSB dan Akademi Bintang Timur Atambua ini.

“Kami terus mendukung langkah dan perjuangan Pak Fary dalam membangun sepakbola Indonesia melalui SSB dan Akademi Bintang Timur Atambua ini. Kami yakin dan percaya, prestasi demi prestasi akan hadir di sekolah dan akademi ini melalui perjuangan, disiplin dan loyalitas,” ujar Leki. (AM7)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here