Stadion Oepoi Kupang yang masih belum tntas proses pengerjaannya. (foto : victory news)

Bintangtimur.news – Kupang – Komisi V DPRD NTT meminta Pemerintah Provinsi NTT melalui Dispora NTT untuk menuntaskan permasalahan tiga stadion sepakbola yang berada di Kota Kupang.

Permasalahan tiga stadion tersebut mengganggu persiapan Pra PON sepakbola, dan aktivitas persepakbolaan di NTT.

Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi V DPRD NTT Jimi Sianto, saat rapat dengar pendapat dengan Dispora NTT, di ruang rapat Komisi v DPRD NTT, Selasa (8/1).

Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua Komisi V Muhammad Ansor, anggota Komisi Winston Rondo, Sekretaris Dispora NTT Lambert Ara Tukan dan staf Dispora.

Jimi mengungkapkan, ada tiga stadion sepakbola besar di Kota Kupang yang butuh percepatan penuntasan permasalahannya, yaitu Stadion Oepoi, Stadion Merdeka, dan Lasitarda Lasiana Kupang.

Stadion Oepoi sampai saat ini belum tuntas pengerjaannya, Stadion Merdeka masih diklaim pihak keluarga tertentu , sehingga tidak bisa digunakan, dan stadion Lasitarda Lasiana Kupang yang belum jelas status kepemilikannya.

“Kalau pemerintah bisa tuntas menyelesaikan berbagai persoalan di tiga stadion tersebut, saya kira persiapan Pra PON sepakbola NTT bisa berjalan baik, dan kita tidak kesulitan lapangan saat event sepakbola lokal, nasional dan internasional,” ujarnya.

Menurut Jimi, kalau memang dalam waktu dekat tidak bisa dituntaskan, pemerintah harus segera mengambil alternatif lapangan, sebagai tempat persiapan Pra PON sepakbola NTT.

“Saya usulkan kalau bisa kita anggarkan dana untuk pengadaan rumput, dan bisa dikerjakan di lapangan AURI yang beberapa saat lalu digunakan untuk Piala Gubernur. Ini pun sifatnya sementara saja,” tegasnya.

Jimi meminta Dispora NTT harus lebih serius menuntaskan semua persoalan yang menjadi tanggungjawab Dispora NTT. Kalau berbagai persoalan terus ditumpuk, maka pengaruhnya terhadap prestasi olahraga NTT

“Kita sangat berharap persoalan tiga stadion tersebut bisa tuntas secepatnya, sehingga bisa digunakan oleh tim Pra PON sepakbola NTT,” ungkapnya.

Pegiat sepakbola NTT Mukhlis Lapitonung mengungkapkan, sebagai pelaku bola mereka sangat kesulitan mendapatkan lapangan sepakbola yang layak di Kota Kupang. Berarap pada Stadion Oepoi, sampai sekarang belum jelas penuntasannya, begitu juga dengan Stadion Merdeka dan Lasitarda Lasiana Kupang.

“Untuk pelaksanaan event-event olahraga kami sangat kesulitan lapangan sepakbola yang sesuai standar. Kami berharap betul pada pemerintah untuk menuntaskan masalah Stadion Oepoi, sehingga kembali digunakan seperti sebelumnya,” ungkap mantan Gelandang PS Kota Kupang ini. (AM7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here