Jimmi Sianto (foto:timor ekspress)

Bintangtimur.news – Kupang – Ketua Badan Tim Pra PON Sepakbola NTT Jimmi Sianto mengungkapkan, tim seleksi (Timsel) pemain Pra PON Sepakbola NTT akan melakukan seleksi pemain di enam zona.

Zona pertama di Pulau Timor, zona dua di Pulau Sumba dan Sabu, zona tiga di Alor, zona empat di Lembata, Flores Timur dan Sikka, zona lima di Ende, Nagekeo dan Ngada, dan zona enam di Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.

“Ini baru gagasan awal kita untuk melakukan seleksi pemain, karena kita ingin mendapatkan pemain yang betul-betul berkualitas agar NTT bisa lolos PON,” tegas Jimmi, kepada bintangtimur.news, Kamis (21/2/2019)

Untuk itu, Jimmi meminta kepada semua pemain di seluruh wilayah NTT dibawah U-23 untuk mempersiapkan dirinya dengan baik, agar saat seleksi dilakukan di masing-masing zona bisa tampil baik.

“Kami minta dukungan para pelatih dan PSSI masing-masing kabupaten/kota agar menginformasikan rencana seleksi pemain, agar saat tanggal seleksinya nanti, semua pemain sudah siap, baik fisik, teknik, dan skillnya,” ungkap Ketua Komisi V DPRD NTT ini.

Jimmi menambahkan, saat ini secara resmi belum dilakukan pelaksanaan TC Pra PON Provinsi NTT, namun karena dia sudah ditunjuk menjadi Ketua, makanya langkah-langkah strategis harus segera dilakukan.

“Kalau kita menunggu resminya, kapan proses ini dimulai, padahal, target kita sepakbola NTT harus lolos PON. Karena itu, dengan keterbatasan yang dimiliki, kita lakukan sinergi dengan semua komponen pegiat sepakbola di NTT, kita mulai lakukan tahapan menuju pembentukan tim sepakbola Pra PON NTT,” ungkapnya.

Evan Lahur, pegiat sepakbola Manggarai menyambut positif rencana tim seleksi sepakbola Pra PON NTT melakukan seleksi di enam zona, yang salah satu zona di Manggarai.

“Kami di manggarai siap mendukung rencana itu, dan kami siap kalau dilibatkan dalam prosesnya. Gagasan Pak Jimi itu sangat baik, agar semua pemain dari semua wilayah bisa ikut seleksi, sehingga saat pembentukan tim Pra PON tidak ada yang merasa tidak diikutkan atau dilibatkan,'” ungkapnya.

Evan optimis, kalau tim sepakbola Pra PON NTT ini ditangani dengan benar, oleh pelatih yang berkualitas, didukung pemain yang baik, lolos PON bukan perkara sulit.

“Kita punya pengalaman buruk kali yang lalu, dengan dana besar namun tidak lolos PON. Kita juga harus belajar dari tim Futsal NTT yang pernah lolos PON, bagaimana prosesnya sehingga itu bisa terjadi. Kami berharao Pak Jimi bisa bersinergi dengan semua pegiat bola di NTT kalau tim sepakbola Pra PON NTT mau sukses dan berhasil,” pungkasnya. (AM7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here