Alsan Sanda / Bhayangkara FC (foto istimewa)
Bintangtimur.news-Kupang—Pegiat sepakbola nasional Utama Zulfikar biasa di sapa Om Zul, jauh hari sudah memprediksi, bahwa gelandang asal NTT itu bakal menjadi bintang masa depan Indonesia.
“Saat saya liat dia pertama main di Belitung, saat Liga Desa Indonesia, saya sudah yakin bahwa dia bakal jadi pemain masa depan Indonesia,” ujar Om Zul, dalam beberapa diskusi dengan pegiat sepakbola NTT, bersama Fary Djemi Francis, Sipri Seko, Piter Fomeni, dan David Fulbertus
Kini, prediksi itu menjadi kenyataan. Alsan Putra Masat Sanda atau Alsan Sanda, sudah menjadi idola baru Indonesia.
Sejak merumput pertama kali medio 2015 di Bali United, Alsan, yang kini berusia 25 tahun, sudah menyihir pecinta sepakbola Indonesia. Sentuhan pelatih Indra Sjafri, membuat Alsan, sang putra keturunan Solor, Flores Timur, semakin bersinar. Masuk starting line up dan kadang-kadang dibangku cadangkan Indra Sjafri menjadi multivitamin buat Alsan dalam menapaki kariernya.
Setahun merumput di Bali United 2015-2016, Alsan yang juga anggota Polri tersebut harus pindah ke Bhayangkara FC, klub profesional baru dari institusi tempat kerjanya.
“Saya tidak bisa menolak ke Bayangkara FC, selain panggilan tugas, ini juga karier profesiona saya,” ujar putra dari Masat Umar Sanda dan Fatom Aklis ini.
Kini di Bhayangkara FC, Alsan Sanda kian bersinar. Sebagai bek sayap modern, posisi baru yang dipercayakan pelatih kepadanya, Alsan membuat para striker seakan berhenti bergerak. Tacklingnya nyaris sempurna, daya juang dan jelajah yang tinggi, serta naluri golnya yang mumouni, membuat Venaar Hutabarat, komentator saat Bhayangkara FC berjumpa Bali United, Jumat (29/9), kemarin, berdecak kagum.
Beberapa kali komentarnya menunjukkan adanya trend positif yang ditunjukkan Alsan Sanda di setiap laga yang dilakoninya.
“Salah seorang pemain lini belakang Bhayangkara FC yang menunjukkan kualitas bermain adalah Alsan Sanda. Dalam setiap pertandingan, statistiknya selalu bagus. Sehingga kita tidak kesulitan pemain belakang yang berkualitas,” komen Venar.
Semua penggila bola saat menyaksikan Bhayangkara FC vs Bali United tentu memberi nilai positif buat Alsan. Determinasi, menyerang dan bertahan sama-sama bagus, dan kerja sama tim yang apik, membuat Alsan pantas diberi ban kapten di bahunya.
“Alsan betul-betul luar biasa. Kita akui, kemamuannya terus bertambah. Kita bangga lagi, Alsan bisa jadi kapten,” ujar pendiri Bali United Akademi Sepakbola Kupang, David Fulbertus di laman facebooknya.
Jalan untuk Alsan menuju Timnas Indonesia semakin terbuka. Tentu, kualitas pribadi di dalam dan diluar lapangan harus terus ditingkatkan.
“Saya bersyukur dan berterima kasih atas semua dukungan dari warga NTT, khususnya Masgibol NTT kepada saya sampai saat ini. Sebagai pemain saya tentu tidak lupa bagaimana awal saya mengenal sepakbola. Ada Om Anton Kia di SSB Tunas Muda, ada Choach Pep di Kristal FC, keluarga besar PSKK, dan teman-teman di Remas Al Fatah kampung Solor,” ujarnya.
“Saya juga tidak lupa kepada Om Sipri Seko dan Om David Fulbertus, yang sejak awal selalu membantu dalam peningkatan karier saya. Saya yakin dan percaya, sepakbola NTT bakal bersinar, karena semakin banyak pemain yang berada di klub profesinal seperti Yabes Roni Malaefani di Bali United, dan Yulius Mauloko di Persegres Gresik. Tentu, hanya di tangan yang benar, sepakbola NTT bisa maju dan berkembang,” tuturnya.
Selamat dan sukses Alsan, Banggakan NTT Banggakan Indonesia (AM7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here