Kericuhan yang terjadi saat pertandingan dua klub liga indonesia. (foto/bola.net)

Bintangtimur.news – Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta klarifikasi dari PSSI terkait penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2. Permintaan itu dilontarkan Imam melalui surat yang dikirim pada Kamis (9/11). Terdapat empat permintaan yang disampaikan kepada PSSI.

“Pertama, Ke 4 poin tersebut yakni; Pertama, PSSI harus melaksanakan seluruh laga akhir (baik Liga 1 maupun laga terakhir setiap grup di 8 Besar Liga 2) serentak dalam waktu yang bersamaan. Kedua, harus menayangkan secara live dan atau streaming atas seluruh laga yang akan menentukan juara dan degradasi,” kata Imam.

Sedangkan yang ketiga, adalah larangan mengubah sanksi atau low of the game secara tiba-tiba dan cendrung tidak konsisten. Itu karena berpotensi mencederai kepercayaan publik pada kualitas kompetisi yang diadakan oleh PSSI atau PT LIB selaku penyelenggara.

Poin terakhir, PSSI yang dipimpin oleh Edy Rahmayadi harus menyampaikan laporan secara lengkap kepada pemerintah sesegera mungkin usai selesainya kompetisi Liga 1 dan Liga 2.

“Kami bisa memahami tingkat kesulitan yang dihadapi PSSI dan LIB. Namun, sangat disayangkan banyak kontroversi yang sesungguhnya tidak perlu terjadi atau yang dapat diminimalisasi, mengingat harapan Pemerintah, FIFA, AFC dan masyarakat demikian tingginya pada pengurus PSSI saat ini,” kata Imam lagi.

Kompetisi Liga 1 belakangan menjadi kontroversi setelah Komisi Disiplin PSSI mengeluarkan hukuman untuk Mitra Kukar dan memberi kemenangan untuk Bhayangkara FC. Keputusan itu membuat Bhayangkara FC semakin dekat dengan gelar juara Liga 1.

Bhayangkara FC kemudian secara matematis memastikan gelar juara Liga 1 2017 setelah mengalahkan Madura United, Rabu (8/11). Sementara gelaran delapan besar Liga 2 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, terancam batal terkait izin.(AM7/MI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here