Tokoh olahraga NTT Esthon Foenay, pendiri SSB Bintang Timur Atambua Fary Djeni Francis, foto bersama dengan Tim U-15 SSB Bintang Timur Atambua sebelum bertolak ke Jakarta, kemarin.

Bintangtimur.news–Kupang–Tokoh olahraga NTT Esthon Foenay menilai pemain tim U-15  SSB Bintang Timur Atambua yang akan berlaga dalam Turnamen Nasional ASSBI di Jakarta adalah masa depan sepakbola NTT dan Indonesia.

Selain produk SSB Bintang Timur Atambua, Esthon menilai, pemain binaan Bali United Akademi Kupang, dan sekolah bola lainnya di NTT, juga menjadi aset masa depan sepakbola NTT.

“Sistem pembinaa seperti ini yang harus dimulai di setiap daerah di NTT. Karena, semua akan terwujud dengan baik, kalau prosesnya dilakukan dengan baik dan benar. Contoh nyata adalah pembinaan di SSB Bintang Timur Atambua pimpinan Pak Fary Francis dan Bali United binaan Pak David Fulbertus,” ujar mantan Ketua KONI NTT ini.

Menurut Esthon, kebangkitan sepakbola NTT tinggal menunggu waktu. Karena, proses kebangkitan tersebut sudah dilakukan dengan baik oleh Bintang Timur dan Bali United serta sekolah sepakbola lainnya. Apalagi didukung oleh pegiat sepakbola NTT yang tergabung dalam Masyarakat Gila Bola (Masgibol).

“Saat ini kita bisa melihat, sudah banyak pemain NTT yang berada di klub-klub besar Indonesia, seperti Bali United, Bhayangkara FC, Borneo FC. Ini yang saya bilang, sepakbola NTT tinggal menunggu waktunya saja untuk berprestasi di level nasional,” tegasnya.

Tentu, kata esthon, manajemen organisasi sepakbolanya juga harus mendukung semua aktivitas yang dilakukan semua sekolah sepakbola dan pegiat bola lainnya.

“Kalau Asprov PSSI NTT bisa bersinergi dengan seluruh pelaku sepakbola di NTT, kejayaan sepakbola NTT akan di depan mata. Saya sangat yakin kita bisa,” ujar Esthon.

Untuk Tim U-15 SSB Bintang Timur Atambua yang akan berlaga di Jakarta, Estrhon berpesan agar bertanding dalam suasana sportivitas, dan tunjukkan bahwa pemain NTT tidak kalah dengan daerah lainnya.

“Saya yakin anak-anakku sekalian bisa membanggakan diri sendiri, orangtua, kampung halaman dan NTT tercinta dengan prestasi juara. Tunjukkan bahwa kita juga bisa juara,” ungkap Esthon yang langsung dijawab siap oleh para pemain.

Sementara Direktur SSB Bintang Timur Atambua Joao Fransisco Leki, saat pelepasan tim di Atambua, meminta para pemain beserta Coach Bert dan Ovik sebagai pelatih untuk bisa membanggakan Belu dan NTT.

“Kita harus pinya target juara di event ini, sehingga kita bisa berada di level internasional. Semoga anak-anak kita bisa bertanding dengan baik,” pesan Leki. (AM7).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here