Bintangtimur.news – Malang – Indonesia memiliki sejumlah bibit pesepakbola muda potensial. Namun sayangnya, acap kali pembinaan tak berjalan maksimal dan terkesan jalan di tempat. Menanggapi hal itu mantan pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri menyebut pembinaan pesepakbola muda harus melibatkan seluruh stakeholder yang ada di sebuah negara.

“Tidak cukup hanya orang-orang sepakbola saja, seperti pelatih, stakeholder lain di luar sepakbola seperti sport science dan rohaniawan sekalipun juga harus turut ikut andil,” ungkapnya saat menghadiri konferensi pers salah satu tim Liga 3 di Kota Batu.

 Sementara itu, pemerintah fokus menyiapkan infrastruktur fisik berupa lapangan yang standar dan segala prasarananya. Indra juga mengkritik sejumlah pemain muda yang acap kali bermain tak konsisten dan memiliki etika yang rendah.

“Kendalanya di mental. Pesepakbola pandai menendang bola saja tidak cukup. Perlu ada pemain dengan mental bagus dan respect ke semua orang,” tuturnya.

Menurutnya, sepakbola bukan masalah mencari kemenangan saja, tapi bagaimana menang dengan mengedepankan nilai-nilai kejujuran dan sportivitas.

Skill baik tapi tak punya attitute dan nilai sportivitas yang baik itu percuma,” jelasnya.

Ia menambahkan, di Indonesia acap kali dijumpai kecurangan-kecurangan yang dilakukan dan yang paling sederhana dan sering dijumpai soal pencurian umur.

“Jadi supaya lolos verifikasi ada yang sebenarnya lahir di tahun 2000 terus dimudakan di akta kelahiran menjadi tahun 2003. Itu artinya mengingkari takdir Tuhan. Bagaimana bisa maju kalau itu saja tidak jujur,”  tegasnya.

Indra mengaku akan komitmen hingga akhir khayat mencari bibit pesepakbola muda baru guna membawa Timnas Indonesia berprestasi di masa akan datang.(okezone/AM7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here