bintangtimur.id-Jakarta — Peserta Kursus Pelatih Lisensi D Nasional harus menggunakan kemampuan melatihnya untuk kemajuan sepakbola NTT. Sertifikat Lisensi D harus mampu melahirkan prestasi sepakbola NTT.
Penegasan ini disampaikan pendiri SSB Bintang Timur Fary Francis, saat menutup Kursus Pelatih Lisensi D Nasional, di aula SSB Bintang Timur, Sabtu (14/1).
Hadir dalam kesempatan itu Instruktur nasional pelatih Coach Zainal Abidin, konsultan pelatih Bintang Timur asal Belanda Coach Bert Pentury, Direktur SSB Bintang Timur Jhon Leki, dan  peserta kursus pelatih.

Fary menambahkan, kursus pelatih lisensi d ini harus dilakukan karena kebutuhan yang sangat mendesak untuk sepakbola NTT. ” Dalam beberapa kesempatan saat ketemu beberapa pelatih sepakbola di NTT, para pelatih selalu katakan bahwa mereka melatih pemain tanpa lisensi yang sah. Mencermati hal tersebut, kami bersama Masgibol dan Askab PSSI Belu, didukung Asprov PSSI NTT dan PSSI Pusat membuat kursus ini,” ujarnya.
Menurut Fary, sesuatu tidak bisa hanya dibicarakan saja, harus ada langkah nyata. Karena itu, pihaknya menggelar kursus ini, dengan satu keyakinan sepakbola NTT bakal maju prestasinya. “Kita juga akan menggelar beberapa event ke depannnya, seperti pelatihan wasit, kursus pelatih C AFC, dan event sepakbola lainnya,” ungkap Fary.

Coach Zainal memberi apresiasi kepada Bintang Timur, Askab PSSI Belu, dan peserta kursus pelatih. ” Saya berharap sertifikat kursus ini jangan hanya dipajang saja. Harus ada sesuatu yang bisa dibuat oleh calin pelatih masa depan NTT ini ,” ujarnya.
Helder da Silva, peserta kursus asal Timor Leste mengucapkan terima kasih kepada Fary Francis dengan Bintang Timurnya yang telah memfasilitasi kursus ini. “Terima kasih atas semuanya, kami berjanji akan terus kembangkan sepakbola perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste,” ujarnya.
Pantuan bintangtimur.id, acara penutupan kursus ditandai dengan penanggalan ID Card para peserta dan pembagian doorprize oleh Manajemen SSB Bintang Timur. (aps).