Bintangtimur.id—Atambua–Liga Sepakbola Pelajar (LSP) Piala Menpora U-14 dan U-16 zona Kabupaten Belu dan Malaka segera digelar. Rencananya, untuk LSP U-14 digelar 16-17 Juni 2017, sedangkan U-16 digelar 23-25 Juni 2017 di lapangan sepakbola SSB Bintang Timur Atambua.

Keputusan ini diambil dalam rapat persiapan pelaksanaan event tersebut di Atambua, Jumat (2/6), yang dihadiri Kadispora Belu Drs. Janggur Blasius, Ketua Askab PSSI Belu Epi Nahak, Sekretaris Askab PSSI Belu Paulus Berek, dan Kooordinator Daerah (Korda) LSP U-14 dan U-16 zona Belu dan Malaka Jhon Leki, dan pegiat sepakbola nasional Dwi Alfarist.

“Dalam rapat tadi sudah diputuskan waktu pelaksanaannya. Dengan adanya keputusan tersebut, panitia pelaksana akan berkoordonasi dengan tim-tim di Belu dan Malaka agar segera mempersiapkan timnya. Kita targetkan setiap kategpri 15 tim, sehingga total semua 30 tim,” ujar Jhon.

Jhon menambahkan, persyaratan utama yang harus disiapkan setiap tim berkaitan dengan administrasi pemain adalah ijazah, akte, surat baptis, rapor, surat keterangan kesehatan dari lembaga pemerintah, dan surat keterangan dari sekolah atau klub. Untuk umur pemain, yang mengikuti U-14 harus kelahiran 1 januari-31 Desember 2003-2004, sedangkan U-16 kelahiran 1 januari-31 Desember 2000-2001.

“Kami pastikan akan lakukan screaning pemain secara ketat, dalam rangka minimalisir upaya penipuan umur pemain,” ujarnya.

Jhon juga berterima kasih kepada Ketua Sport Intelegence PSSI Pusat Fary Francis yang berkesempatan hadir mengikuti rapat bersama panitia, dan memberikan pemikiran yang konstruktif demi pelaksanaan kegiatam ini dengan baik.

Sementara Fary Francis mengatakan, event ini harus segera digelar, dan harus dilakukan sesuai regulasi yang sudah disiapkan. PSSI Pusat bersama Kemenpora RI sidah bersinergi dalam mendukung event ini.

“Saya sangat mendukung event ini dilaksanakan di lapangan SSB Bintang Timur. Untuk panitia, diminta untuk segera mempersiapkan pelaksanaan event dengan baik, sehingga bisa mendapatkan tim berkualitas yang akan mewakili Belu dan Malaka ke seri provinsi.

“Kita berharap tim yang akan mewakili ke seri provinsi nanti memiliki pemain yang berkualitas dan siap menuju seri nasional,” ujarnya.

Kadispora Belu Janggur Blasius mengatakan, pihaknya sangat mendukung pelaksanaan event ini, karena ini eventnya Kemenpora RI. “Kami tentu mendukung sekali, karena event ini secara struktural memang kami punya dari Kemenpora,” ujarnya.

Sementara Ketua Askab PSSI Belu Epi Nahak menegaskan, pihaknya secara teknis akan menugaskan wasit dan pengawas pertandingan untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan ini.

“Kita memang harus bersinergi dengan panitia dan Dispora, karena tujuan kita sama mencari pemain berkualitas yang akan disiapkan menjadi pemain masa depan Persab Belu,” ujarnya.

Dia menambahkan, Askab PSSI Belu berterima kasih atas dukungan dari Fary Francis dalam menyukseskan pelaksanaan event ini. “PSSI Belu samgat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Fary Fran is yang terus membantu meningkatkan prestasi sepakbola Belu,” ujarnya.

Pegiat sepakbola nasional Dwi Alfarist mengatakan, potensi sepakbola di daerah perbatasan ini sangat besar. Kalau diadakan kompetisi rutin, Belu tidak akan kekurangan pemain, dan prestasi bakal terus meningkat.

“Kalau semua komponen sudah bisa bekerjasama seperti ini, tinggal menunggu waktu saja sepakbola Belu akan berprestasi di level provinsi dan nasional,” ungkapnya. (aps)